(Rabu, 27 Agustus 2025)
Kalau bicara soal makanan orang Indonesia, kita pasti langsung kepikiran nasi, mie, gorengan, atau lauk yang jumlahnya sering lebih sedikit dibanding karbohidratnya. Nggak heran kalau data dari South East Asian Nutrition Survey (SEANUTS) dan Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa banyak orang Indonesia ternyata belum memenuhi kebutuhan protein hariannya. Padahal, protein itu nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh untuk membangun otot, menjaga metabolisme, mendukung sistem imun, sampai memperbaiki jaringan tubuh yang rusak.
Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang dirilis Kemenkes, kebutuhan protein harian rata-rata pria dewasa ada di kisaran 62–65 gram, sementara wanita dewasa sekitar 56–59 gram. Kenyataannya, survei BPS dan Kemenkes menemukan bahwa sebagian besar orang Indonesia konsumsi proteinnya masih di bawah angka ini. Penyebabnya? Ada banyak faktor yang tanpa kita sadari bikin asupan protein harian kita jauh dari cukup.
Budaya makan di Indonesia cenderung berfokus pada sumber karbohidrat seperti nasi, mie, atau singkong. Lauknya memang ada, tapi sering hanya dalam porsi kecil. Bahkan, tidak jarang lauk berprotein hewani diganti dengan bahan yang lebih murah tapi miskin protein, seperti tepung atau sayuran berkuah. Akibatnya, proporsi protein dalam total kalori harian jadi rendah.
Masih banyak yang menganggap protein hanya dibutuhkan oleh atlet, binaragawan, atau orang yang sedang diet khusus. Padahal, semua orang mulai dari pelajar, pekerja kantoran, hingga orang tua tetap membutuhkan asupan protein yang cukup untuk menjaga massa otot dan stamina. Jika tubuh kekurangan protein, risiko otot mengecil, tubuh cepat lelah, dan metabolisme melambat akan meningkat.
Daging sapi, ayam, ikan segar, dan telur memang dikenal sebagai sumber protein berkualitas. Tapi bagi sebagian orang, harga bahan-bahan ini terasa mahal, apalagi jika ingin dikonsumsi setiap hari. Akhirnya, banyak yang mengurangi porsi atau frekuensi makan sumber protein hewani.
Nggak sedikit orang yang masih fokus menghitung kalori tanpa memperhatikan komposisi makronutrien seperti protein, karbohidrat, dan lemak. Padahal, asupan kalori tinggi tapi miskin protein tetap bisa bikin tubuh kekurangan nutrisi penting.
Kabar baiknya, memenuhi kebutuhan protein harian itu sebenarnya nggak serumit yang dibayangkan. Salah satu cara praktisnya adalah dengan menambahkan suplemen protein berkualitas ke pola makan sehari-hari, terutama kalau kamu sibuk atau sulit menyiapkan menu tinggi protein setiap waktu.
Di sinilah Fuelin Fusion-W jadi pilihan yang pas. Produk whey protein lokal pertama di Indonesia ini dilengkapi ProSynth Technology, sebuah inovasi yang memecah protein menjadi molekul lebih kecil (asam amino) supaya bisa diserap tubuh lebih cepat. Artinya, setiap gram protein yang kamu minum benar-benar dimanfaatkan untuk membangun dan memulihkan otot, bukan sekadar lewat di pencernaan.
Selain itu, Fusion-W menggabungkan Iso Blend Protein (whey isolate dan concentrate), lengkap dengan BCAA, EAA, dan Glutamine untuk mendukung regenerasi otot, menjaga sistem imun, dan memberi energi stabil. Ada juga enzim alami dari buah nanas dan pepaya yang bikin pencernaan protein lebih ringan, tanpa drama kembung yang sering bikin orang malas minum whey.
Yang bikin Fusion-W makin relevan untuk semua kalangan adalah fakta bahwa produk ini tanpa gula tambahan dan menggunakan pemanis alami stevia, sehingga aman untuk penderita diabetes atau kamu yang lagi diet rendah gula. Jadi, nggak harus jadi atlet untuk merasakan manfaatnya — siapa pun bisa.
Kalau selama ini kamu merasa cepat lelah, sulit fokus, atau otot gampang pegal, bisa jadi itu tanda tubuh kamu kurang protein. Mulai sekarang, jangan tunggu sampai gejalanya makin terasa. Lengkapi menu harianmu dengan sumber protein berkualitas, dan kalau perlu, bantu penuhi kebutuhan itu lewat suplemen yang formulanya sudah terbukti efektif seperti Fuelin Fusion-W.
Deddy Corbuzier sendiri sudah membuktikan bahwa kombinasi gaya hidup aktif dan asupan nutrisi yang tepat bisa membuat tubuh tetap bugar meski usia terus bertambah. Jadi, kalau kamu ingin menjaga kesehatan, performa, dan bentuk tubuh ideal, sekarang waktunya upgrade cara kamu penuhi protein harian.